REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Husni Nilawati S Pd Ing
Dalam
pembelajaran mata pelajaran sejarah sering kali peserta didik kita
merasa jenuh, ngantuk, membosankan dan masih ada sejuta alasan bagi
mereka untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Hal ini tentunya
menjadi peringatan bagi kita sebagai guru, mengapa anak – anak kita saat
ini kurang tertarik dengan pelajaran – pelajaran yang sifatnya sebuah
tragedi yang terjadi di masa lalu. Mereka akan lebih condong ke
pelajaran yang berbau technologi, seni, dan sains.
Apakah sejarah itu identik dengan hal – hal yang kuno? Sehingga mungkin pembelajaran yang mereka terima pun juga masih kurang Up to Date,
ya …. Mungkin masih banyak diantara kita yang menggunakan metode
ceramah dalam pembelajaran. Metode ini secara tidak langsung akan
membunuh rasa keingintahuan dalam diri anak karena mau tidak mau
pembelajaran akan dominasi oleh guru dan siswa hanya sebagai pendengar
setia.
Kalau begini bagaimana mereka tidak akan mengantuk, bagaimana proses
pembelajaran akan terasa menyenangkan? Inilah tugas kita untuk dapat
mengubah fenomena dari belajar sejarah yang menyebalkan menjadi
menyenagkan, yang tentunya ketika anak- anak kita sudah merasa enjoy maka ilmu yang akan kita transfer pun akan lebih efektif.
Jangan
sekali – kali kita melupakan sejarah. Lalu bagaimana anak – anak secara
lambat laun akan lupa atau bahkan akan tidak mengenal sama sekali
dengan sejarah kalau media yang seharusnya menjadi jembatan bagi mereka
menjadi suatu hal yang menyebalkan?
Ya lagi- lagi kelihaian kita dalam mengolah kelas kembali diuji ketika harus dituntut modern, up to date, tapi bukan harus berarti tidak mau belajar dengan hal- hal yang berbau kuno, masa lalu dan hanya tinggal dongeng belaka.
Mungkin langkah yang dapat kita ambil dengan mendesain proses
pembelajaran menjadi lebik menarik, kreatif, dan tentunya tepat sasaran.
Yaps, pembelajaran yang menarik,kreatif dan tepat sasaran tentunya
untuk meraih semua itu ada banyak proses yang harus kita lalui, mulai
dari proses sampai dengan hasil. Dalam hal ini, pembelajaran yang
kreatif dalam pembelajaran sejarah.
Begitu banyak metode yang
kita kenal namun belum ada metode yang sempurna. Satu hal yang harus
kita ingat, bahwa tidak selamanya metode yang terbaru dan terdepan itu
pasti menjadi alat yang terbaik dalam pembelajaran. Jadi tak sedikit
diantara kita yang terkadang menganggap bahwa metode yang baik itu yang
tidak terlepas dari besarnya anggaran finansial. Inilah yang terkadang
menjadi senjata ampuh untuk mengelak menggunakan metode yang tepat guna
dengan alasan terkerbatasan sarana dan prasarana yang ada. Kita mudah
menyerah dengan memilih mencatat, menerangkan dengan menggunakan
metode ceramah dari tahun ke tahun. Sebenarnya kita bisa mengombinasikan
dari berbagai metode dalam sebuah pembelajaran sejarah.
Sebagai contoh kecil, bagaimana kalau dalam pembelajaran sejarah kita
ajak sifat imaginatif anak – anak dengan melakukan bermain peran
(drama) yang dalam istilah metode pembelajarannya di sebut Role Play.
Ketika anak akan memerankan tokoh pahlawan disinilah tugas kita untuk
membimbing mereka tidak hanya membayangkan sifat yang arif, bijaksana,
tegas tetapi juga harus dapat mempraktekkannya.
Seorang anak yang
mendapat peran seorang jenderal misalnya, secara tidak langsung anak
tesebut akan memahami sifat – sifat asli jenderal tersebut sebelum
mereka mempraktikkannya. Kita beri keleluasaan terhadap mereka untuk
mencari informasi sebanyak – banyaknya dari peran yang mereka dapatkan.
Disini kita bisa terapkan metode Inkuiri dengan catatan kita telah
memfasilitasi sumber informasi yang mereka perlukan. Dengan hal tersebut
kita sudah tak lagi menyuapi anak- anak kita dengan penyampaian tentang
seorang tokoh melalui cerita–cerita kita. Tugas kita hanya sebagai
fasilitator bagi mereka yang menemui berbagai kendala dalam memahami
tokoh tersebut.
Kita ajak anak–anak seolah olah mengalami
langsung pada masa itu dengan memerankan tragedi yang terjadi pada saat
itu. Jadi sejarah pun saat ini memang tidak hanya kita ketahui, kita
catat tanggal kejadian selesai tanpa membekas pelajaran apa yang dapat
kita ambil dari sejarah itu sendiri.
Penulis adalah Guru SMP Islam Purbolinggo Lampung Timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar