Di dunia ada 2 negara yang suka menghancurkan situs-situs sejarah Islam.
Yang pertama Israel dan kedua adalah Saudi Wahabiah. Apakah itu
menunjukkan kedua negara memiliki akar sejarah yang sama? Banyak
penelitian yang menunjukkan bahwa sekte wahabi yang kini bermetamorfosa
menjadi salafi, berasal dari orang-orang yahudi Arab. Namun untuk
masalah ini silakan pembaca menilainya sendiri.
Pakar politik Timur Tengah Dr. Kevin Barrett dalam tulisannya di Press TV
baru-baru ini memberikan komentar pedas atas aksi terakhir pemerintah
Saudi membongkar tempat bersejarah Islam di Makkah, yaitu pilar yang
selama ini menjadi penanda tempat awal bertolaknya Nabi Muhammad dalam
perjalanan Isra' Mi'raj.
"Dengan menghancurkan pilar yang menjadi tanda tempat bertolaknya Nabi
Muhammad dalam "perjalanan malam", Saudi bergabung dengan zionis Israel
dalam satu sikap penolakan terhadap nilai-nilai toleransi, inklusifitas,
spiritual, dan nilai-nilai Islam yang universal. Mereka mengekspresikan
pikiran sempit dan kaku dari faham wahabi-ortodok yang menginginkan
penghancuran terhadap seluruh sejarah dan kebudayaan Islam," tulis Dr.
Barrett.
Menurut laporan media Inggris, "The Independent" aparat Saudi
telah menghancurkan tiang yang menjadi tanda sebagai tempat awal
bertolaknya Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra' Mi'raj. Media ini juga
menyebutkan polisi agama Saudi bahkan merayakan runtuhnya tiang tersebut
dengan sorakan-sorakan riang. Tiang tersebut merupakan bangunan
bersejarah terakhir setelah Ka'bah yang menjadi korban penghancuran
tempat-tempat bersejarah di Ka'bah dan sekitarnya. Pada saat yang sama
Masjidil Aqsa di Al Quds (Jerussalem) yang menjadi salah satu tujuan
perjalanan Isra' Mi'raj Nabi, kini tengah menghadapi ancaman serius
penghancuran oleh regim zionis Israel.
Abdulazeem Salhab, kepala Dewan Wakaf Islam di Al Quds baru-baru ini
menyebutkan bahwa penggalian bawah tanah yang dilakukan Israel di bawah
Masjidil Aqsa telah mengancam keutuhan tempat paling suci ketiga bati
umat Islam ini.
Mengapa Saudi dan zionis Israel bekerja sama menghancurkan 2 bangunan
bersejarah yang melambangkan peristiwa terbesar bagi umat Islam? Zionis
Israel mempunyai motif yang jelas. Pertama mereka ingin menghilangkan
warisan Islam di Palestina yang merupakan negara muslim dan selama 1.300
tahun menjadi satu tempat suci umat Islam di seluruh dunia. Israel yang
telah membantai tidak saja orang Islam Palestina namun juga umat
Kristen pada tahun 1948, secara sistematis membongkar dan menghancurkan
sejarah dan warisan Palestina demi menegakkan koloni zionis di
Palestina.
Namun Masjidil Aqsa, dengan masjid kubah Dome on the Rock-nya,
tidak hanya sekedar bangunan bersejarah. Itu adalah monumen arsitek
terbesar dan terpenting bagi umat Islam di dunia. Karena meskipun umat
Islam menghadap ke Ka'bah di Mekkah, Al Aqsa merupakan simbol dari titik
kulminasi kenabian, yaitu universalisme agama Islam yang melindungi dan
merangkul semua pengikut agama-agama wahyu sebelumnya.
Masjidil Aqsa yang dibangun di atas tanah dimana Nabi Muhammad naik ke
angkasa dalam perjalaan Isra' Mi'raj (saat peristiwa tersebut Masjidil
Alsa belum berbentuk masjid melainkan hanya satu situs bersejarah
peninggalan nabi Ibrahim), merupakan simbolisasi dari nilai-nilai
spiritual dan universal agama Islam. Dalam perjalanan itu Nabi Muhammad
bertemu dengan para nabi sebelum beliau termasuk Musa dan Isa (Yesus).
Masjidil Aqsa merupakan simbol toleransi dan kesatuan agama-agama wahyu
yang diturunkan Tuhan yang Esa. Namun nilai-nilai itu dianggap sebagi
musuh yang harus dihancurkan baik dalam nilai-nilai zionisme maupun
wahabiisme.
Para zionis telah menancapkan rencana pembangunan Kuil Agung di atas
puing-puing Masjidil Aqsa dimana mereka melakukan upacara pengorbanan
darah manusia. Meski orang-orang yahudi mengklaim menyembah Tuhan yang
sama dengan tuhannya Islam dan Kristen, sebagian besar orang yahudi
adalah atheis, dan sabagian lainnya menganggap Tuhan sebagai dewa yang
selalu haus dengan darahnya orang-orang non-yahudi yang telah memilih
orang-orang yahudi sebagai manusia pilihan yang berhak menguasai bumi.
Bagi mereka nilai-nilai Islam yang universal tentu saja adalah sebuah
"anathema". Tidak heran jika mereka membenci Al Agsa dan nilai-nilai
yang disimbolkannya.Sementara itu di bagian lainnya orang-orang Saudi
Wahabi berbagi sikap dengan orang-orang zionis yahudi dalam memandang
nilai-nilai universal Islam. Mereka dengan penuh semangat mengkafirkan
orang-orang non-muslim, juga orang-orang Islam yang berbeda pandangan
dengan mereka. Mereka menganggapnya kafir dan darahnya halal
ditumpahkan. Namun anehnya, meski mengkafirkan orang-orang non muslim
mereka membuka pintu lebar-lebar bagi orang-orang kafir Amerika, Eropa
dan Israel untuk menguasai negeri mereka. Memberi tempat bagi
pangkalan-pangkalan militer Amerika, memberikan ladang-ladang minyak
untuk dikelola Amerika dan Eropa dan membiarkan orang-orang kafir
menginjak-injak "tanah haram" yang dilarang Nabi Muhammad. Mereka bahkan
mengubah Mekkah yang merupakan kota paling suci bagi umat Islam,
sebagai kota hiburan Las Vegas.
Perbankan berbasis riba yang didominasi oleh kelompok bisnis keluarga
Rothschild yang merupakan pendiri negara Israel, telah menerima
gelontoran uang minyak Saudi sejak tahun 1970-an. Ini adalah saat Henry
Kissinger berhasil menjadikan mata uang dolar sebagai alat pembayaran
minyak Saudi.
Banyak ahli yang menyebutkan bahwa keluarga raja Saudi berasal dari golongan "donmeh",
yahudi Turki yang berpura-pura masuk Islam namun diam-diam tetap
menjalankan ibadah sebagai pengikut Shabbeti Zevi, nabi palsu yahudi
yang mengklaim sebagai al Masih (messiah). Ibadah-ibadah yang dilakukan
sekte ini di antaranya adalah pesta seks dan pengorbanan darah manusia.
Itu semua menjadi jawaban mengapa keluarga kerajaan Saudi begitu sering
dilanda skandal maksiat (Selain pesta seks dan narkoba yang sering
dilakukan di rumah-rumah bangsawan Saudi, seorang pengeran Saudi pernah
tertangkap tangan menjadi pelaku homoseksual di Inggris. Setelah
tertangkap membunuh pembantu sekaligus pasangan seks sejenisnya, ia
dideportasi ke negara asalnya). Tempat-tempat judi terkenal dunia juga
menjadi tempat hiburan favorit para bangsawan Saudi. Itu semua menjadi
jawaban mengapa Saudi diam membisa menyaksikan Israel menindas Palestina
dan negara-negara Arab lainnya. Itu juga menjadi jawaban mengapa
orang-orang Saudi bergembira ria setelah berhasil menghancurkan tempat
suci Islam.
LAPORAN THE INDEPENDENT
Pada tgl 15 Maret lalu "The Independent" manuliskan laporan yang mencengangkan tentang penghancuran situs-situs bersejarah Islam di sekitar Ka'bah dengan judul "The photos Saudi Arabia doesn't want seen – and proof Islam's most holy relics are being demolished in Mecca".
Namun bahkan "The Independent" sendiri juga heran, mangapa umat Islam diam membisu atas aksi "biadab" tersebut. "Why don't more Muslims speak out against the wanton destruction of Mecca's holy sites?" demikian judul tulisan lain yang terkait.
Menurut temuan "The Independent" pemerintah Saudi secara diam-diam telah
membongkar bangunan bersejarah Islam terpenting di lingkungan Ka'bah.
Bangunan tersebut adalah kubah dan pilar-pilarnya yang dibangun oleh
pemerintahan dinasti Abassiah dan Ottoman. Selain itu juga pilar yang
didirikan sebagai penanda tempat bertolaknya Nabi Muhammad dalam
perjalanan Isra' Mi'raj. Sebagai bukti klaimnya, "The Independent"
menunjukkan foto-foto penghancuran tersebut.
Bangunan-bangunan yang dihancurkan itu merupakan bangunan terdekat yang
mengelilingi Ka'bah yang dibangun oleh dinasti Abassiah dan Ottoman
berabad-abad yang lalu.
Foto yang berhasil diperolah "The Independent" memperlihatkan
para pekerja dengan peralatan berat menghancurkan sisa-sisa terakhir
tembok dan tiang-tiang kuno tersebut. Foto tersebut menimbulkan
kegusaran di kalangan pemerhati benda warisan sejarah, termasuk Pangeran
Charles yang segera terbang ke Saudi bersama istrinya untuk
membicarakan masalah ini.
Bangunan-bangunan kuno tersebut kebanyakan dihiasi oleh
kaligrafi-kaligrafi indah berisi nama-nama Nabi dan para sahabatnya
serta peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Nabi. Untuk proyek
penghancuran berdalih perluasan bernilai miliaran dollar tersebut, Raja
Saudi menunjuk Imam Masjidil Haram Abdul Rahman al-Sudais sebagai kepala
proyek dan Binladin Group sebagai pelaksana proyeknya. Harap diingat
Binladin adalah keluarga dari Osama bin Laden, agen CIA yang
digambar-gemborkan sebagai pemimpin Al Qaida penghancur Gedung WTC.
Menurut LSM Amerika, Gulf Institute, sekitar 95% dari bangunan-bangunan
kuno Islam di Mekkah yang telah berusia lebih dari 1000 tahun, telah
dihancurkan. Sebagai gantinya adalah bangunan-bangunan modern seperti
mall, hotel hingga tempat-tempat hiburan hingga Mekkah sudah tidak
berbeda lagi dengan Las Vegas.
Menurut Dr Irfan al-Alawi, Executif Directur Islamic Heritage Research
Foundation yang juga telah melihat penghancuran terakhir,
tindakan-tindakan penghancuran tempat bersejarah tersebut akan membuat
generasi muda Islam terpisah dari sejarah gemilang pendahunya dan
menjadi generasi yang "kebingungan".
“The historical record is being deleted. A new Muslim would never
have a clue because there’s nothing marking these locations now. There
are ways you could expand Mecca and Medina while protecting the
historical heritage of the mosque itself and the surrounding sites,” komentar DR. Irfan kepada "The Independent".
Bulan Oktober 2012 lalu "The Independent" berhasil membongkar
rencana rahasia Saudi untuk membongkar makam Nabi di Masjid Nabawi
Madinah. Namun setelah mendapat kecaman keras dari berbagai penjuru
dunia, pemerintah Saudi akhirnya mengubah rencana tersebut. Kini ancaman
beralih ke Bayt al-Mawlid, satu area di Mekkah yang dipercaya sebagai
tempat Nabi dilahirkan. Jika tidak ada perubahan, tempat ini pun bakal
digusur.
REF:
"Saudi war on Islam, Zionist war on humanity"; Dr. Kevin Barrett; Press TV; 18 Maret 2013
"The photos Saudi Arabia doesn't want seen – and proof Islam's most
holy relics are being demolished in Mecca"; Jerome Taylor, The Independent; 15 Maret
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar