Fenomena Arab spring yang dimulai dari Tunisia kemudian menjalar ke
Libya dan Mesir ternyata terhenti dan berkecamuk di Suriah. Cara-cara
yang digunakan seperti di Libya atau Tunisia terbukti tak berhasil
menundukan pemerintahan Bashar Al Assad yang tengah berkuasa.
Upaya menggulingkan kekuasaan Bashar Al Assad awalnya dilakukan oleh pihak oposisi melalui demonstrasi dan tuntutan reformasi politik
namun sayangnya fakta dilapangan berbanding terbalik. Pemerintaahan
Assad masih didukung oleh sebagian besar rakyat, tokoh2 agama dan
kekuatan militer sehingga masih terlalu dini untuk digulingkan .
Kegagalan Oposisi mengganti kekuasaan Suriah melalui jalan damai
akhirnya mendorong banyak pihak yang bersekutu dengan oposisi untuk melancarkan pemberontakan bersenjata.
Hanya dalam hitungan hari, Pasukan Pemerintah dan Pemberontak terlibat
perterungan sengit yang berdarah-darah, suriah berkecamuk hebat, ribuan
manusia meregang nyawa dan jutaan lainnya terpaksa menjadi pengungsi.
Perang Suriah yang awalnya dilakoni oleh 2 pihak saja yakni Pemerintah dan Oposisi Pemberontak mulai merembet kemana-mana, pasukan pemberontak mulai dijejali berbagai macam pasukan asing yang di deploy dari negara2 tetangga seperti jordania dan Turki.
Pihak yang terlibat perang makin carut marut, ambigiu bahkan banyak
juga segerombolan teroris yang memanfaatkan kerusuhan ini untuk ambil
bagian dengan tujuan gak jelas.
Dilain pihak, Negara tetangga suriah seperti Lebanon dan Turki kena
cipatran perang suriah juga, 2 negara ini bersama jordania dituduh
sebagai jalur penyuplai senjata dan logistik bagi kelompok pemberontak.
Sekutu Suriah, Rusia yang memiliki banyak kepentingan strategis dengan Suriah juga merasa terganggu akibat perang Suriah ini dan sampe sekarang secara konsisten terus mendukung Bashar Al Assad. Sama Seperti Rusia, Iran juga turut mendukung secara politis terhadap Bashar Al Assad, China pun demikian meski tak terlalu terlihat seperti Rusia dan Iran.
Di pihak pemberontak, dukungan kuat mengalir dari Liga Arab, Dewan
Kerjasama Negara Teluk (Gulf Cooperation Council) ,Inggris, Perancis,
Turki, dan tentu saja Amerika serikat serta Israel. Banyak tangan asing yang turut bermain di Suriah semakin memanaskan situasi, saling tuduh sudah menjadi menu harian, PBB melalui Dewan Keamanan gagal meloloskan resolusi karena di veto Rusia dan China,
Bila PBB meloloskan resolusi ini maka bakal menjadi alat legalitas bagi
Amerika dan NATO untuk melakukan invasi terbuka seperti kasus Libya.
Solusi damai yang ditawarkan Bashar Al Assad tern yata juga ditolak oleh
pihak oposisi begitu juga sebaliknya tuntutan Oposisi juga ditolak
keras oleh Assad. Nah, mengamati dinamika yang berkembang di Suriah,
sepertinya tak ada salahnya klo Prahara di Suriah bisa disebut sebagai
Perang Dunia ke 3 yang terselubung. Banyak Negara yang terlibat meski
secara tak langsung atau bahasanya gaulnya “Nabok Nyilih Tangan”.
Perang Dunia 3 di suriah ini terbagi dalam 2 poros, Yakni :
1. Aliansi Bumi (Earth Alliance) aka E.F.S.F
Pihak yang berada di kubu ini antara lain Suriah, Rusia, Iran,
Hizbullah, dan China. Rusia yang memiliki pangkalang angkatan laut di
tartus memindahkan sebagian armada laut hitam dan pasifiknya ke
pangkalan ini, tak tanggung2 kapal2 penghancur, pendarat dan kapal selam
disiagakan di pangkalan ini guna mencegah campur tangan langsung Negara
lain. Rusia juga serius membantuk menyokong persenjataan rusia, dari
klas bawah sampai atas seperti mengirim sistem pertahanan udara S300 ,
Rudal anti kapal Yakhont dan Pantsyr S-1, menyebar radar canggih serta
melatih pasukan suriah untuk mengoperasikan alutsista canggih tersebut.
Kekuatan militer suriah yang didukung persenjataan canggih membuat pihak
Barat seperti NATO tak berani melakukan serangan langsung, hanya Israel
yang berani mengirim jet tempurnya untuk menghancurkan tempat strategis
di Suriah yang langsung dikecam oleh banyak pihak. Iran kabarnya
mengirimkan pasukan khususnya untuk bertempur bersama pasukan pemerintah
serta mengirimkan pasokan senjata. Iran dan suriah sering bekerja sama
menyalurkan senjata bagi pasukan Hizbullah dalam kampanye anti Israel
dan pembebasan Palestina, Hizbullah sendiri juga turut mengirimkan
pasukan terbaiknya untuk bertempur di Suriah. China yang sebelum dibuat
jengkel karena ekspansi ekonominya yang strategis di Libya di hancurkan
oleh Barat, bakal memperjuangkan kepentingan ekonomis yang berharga di
Suriah agar tak kembali kecolongan seperti kejadian di Libya.
2. Federasi Bintang (Star Federation) aka ZEON
Kubu ini di isi oleh Negara-negara teluk ato liga arab pro oposisi,
Turki, Israel, Amerika dan NATO. Secara militer jelas kubu ini jauh
lebih unggul ketimbang pihak Suriah, hanya masalah legitimasilah yang
membuat kekuatan militer kubu ini tak dikeluarkan secara langsung. Poros
ini memilih menggunakan tangan orang lain yakni para pemberontak dengan
memberikan dukungan dana, logistic, senjata, alat komunikasi dan
pelatihan militer. Sayangnya dukungan luar biasa poros ini terhadap
pemberontak ternyata tak memberikan hasil yang memuaskan. Berkali-kali
pasukan pemberontak terpojok dan hampir binasa oleh serangan Pasukan
pemerintah suriah. Kubu ini juga didukung penuh oleh kekuatan media di
seluruh dunia, guna mengpropagandakan masyarakat internasional untuk
turut mendukung penggulihan rezim Assad. Bila pertempuran terus
berlanjut tanpa ada tanda –tanda kapan bisa berakhir, bisa jadi dengan
berbagai alasan, pasukan militer dari kubu ini akan memaksa untuk meng
intervensi secara langsung yang diperkirakan akan terjadi head to head
dengan kekuatan Rusia dan Iran di Suriah. Di dalam tubuh NATO pun hanya
Perancis dan Inggris yang masih bersedia mendukung penggulingan Assad,
Negara anggota NATO lain lebih memilih untuk menangani krisis yang
tengah melanda seluruh eropa.
Ada pihak yang percaya bahwa upaya mengporak porandakan Suriah lebih
disebabkan karena alasan ekonomi, Suriah merupakan simpul dari jalur
ekonomi paling legendaries di dunia yakni Jalur Sutra. Jalur sutra
melewati banyak Negara sehingga tak mudah bagi satu pihak untuk
menguasainya sekaligus, Pihak yang berhasil menguasai simpul jalur sutra
maka dia menguasai separuh jalur sutra ! Rencana pembangunan pipa2
minyak dan gas yang melewati jalur sutra sangat bernilai ekonomis
tinggi, bagi pihak barat yang tengah dilanda krisis ekonomi parah tentu
saja proyek pipa2 ini membuatnya tergiur. Selain masalah ekonomi, konon
kabarnya Bila Suriah berhasil ditundukan dan dikuasai barat maka gerbang
utama untuk menyerang Iran akan terbuka lebar. Hanya suriahlah titik
strategis untuk memasuki wilayah Iran, Irak yang tadinya bisa digunakan
sebagai gerbang menyerang Iran ternyata justru berbalik merapat dan
menjadi sekutu Iran. Sekarang kondisi dilematis menggerogoti Suriah,
bila pemerintahan Assad jatuh ke pemberontak belum tentu kondisi Suriah
akan lebih baik, Libya dan Afghanistan sudah membukti hal itu, bukanya
damai malah terjadi perang sipil tak berkesudahan. Sedang bila
Pemerintahan Assad tetap utuh maka pemberontakan juga akan terus
berkobar dimana rakyat Suriah bakal semakin lama menderita.
At least, perang dunia ini baru bisa berhenti bila pihak yang berseteru
mau menahan diri dan memilih menhentikan aksinya, duduk bersama dalam
perundingan damai yang mampu mengakomodir keinginan semua pihak. Perang
hanya akan meninggalkan bekas luka yang perih, memelihara kebencian,
dendam yang tak berujung. Sudah banyak korban tak berdosa dan kehilangan
orang2 terkasih akibat perang ini, siapapun yang menang dan kalah tak
akan mampu mengembalikan apa yang hilang sebelum perang ini terjadi.
Peace for Suriah..
Korosareta kara koroshite, koroshita kara korasarete.. Sore de saigo wa
hontouni heiwa ni narunokayo?! (Membunuh karena ada yang dibunuh..
dibunuh Karena membunuh, kau pikir yang seperti itu akan bisa jadi
kedamaian pada akhirnya?!) – Gundam Seed


Tidak ada komentar:
Posting Komentar