SEJARAH PAPUA NUGINI, VANUATU DAN INDONESIA

2. 1. Papua Nugini
            Papua Nugini atau Papua Guinea Baru adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur Pulau Papua dan berbatasan darat dengan Provinsi Papua (Indonesia) di sebelah barat. Benua Australia di sebelah selatan dan negara-negara Oseania berbatasan di sebelah selatan, timur, dan utara. Ibu kotanya, dan salah satu kota terbesarnya, adalah Port Moresby. Papua Nugini adalah salah satu negara yang paling bhinneka di Bumi, dengan lebih dari 850 bahasa lokal asli dan sekurang-kurangnya sama banyaknya dengan komunitas-komunitas kecil yang dimiliki, dengan populasi yang tidak lebih dari 6 juta jiwa. Papua Nugini juga salah satu negara yang paling luas wilayah perkampungannya, dengan hanya 18% penduduknya menetap di pusat-pusat perkotaan.Negara ini adalah salah satu negara yang paling sedikit dijelajahi, secara budaya maupun geografis, dan banyak jenis tumbuhan dan binatang yang belum ditemukan diduga ada di pedalaman Papua Nugini.
Sebagian besar penduduk menetap di dalam masyarakat tradisional dan menjalankan sistem pertanian sederhana yang hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Masyarakat dan marga ini memiliki beberapa pengakuan tersirat di dalam kerangka undang-undang dasar negara Papua Nugini. Undang-Undang Dasar Papua Nugini (Pembukaan 5(4)) menyatakan harapan bagi kampung dan komunitas tradisional untuk tetap menjadi satuan kemasyarakatan yang lestari di Papua Nugini,[5] dan untuk langkah-langkah aktif yang diambil untuk melestarikannya. Dewan Perwakilan Rakyat Papua Nugini telah memberlakukan beberapa undang-undang di mana sejenis "Tanah ulayat" diakui, artinya bahwa tanah-tanah tradisional pribumi memiliki beberapa landasan hukum untuk memproteksi diri dari campur tangan kaum pendatang yang bertindak berlebihan. Tanah ulayat ini disebutkan melingkupi sebagian besar tanah yang dapat digunakan di negara ini (sekitar 97% seluruh daratan);[6] tanah yang dapat diolah oleh kaum pendatang bisa saja berupa milik perseorangan di bawah syarat pinjaman dari negara atau tanah milik pemerintah.
            Geografi negara Papua Nugini beragam dan di beberapa tempat sangat kasar. Sebuah barisan pegunungan memanjang di Pulau Papua, membentuk daerah dataran tinggi yang padat penduduk. Hutan hujan yang padat dapat ditemukan di dataran rendah dan daerah pantai. Rupa bumi yang sedemikian telah membuatnya menjadi sulit bagi pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur transportasi. Di beberapa daerah, pesawat terbang adalah satu-satunya modus transportasi. Setelah diperintah oleh tiga kekuatan asing sejak 1884, Papua Nugini merdeka dari Australia pada tahun 1975. Kini Papua Nugini masih menjadi bagian dari dunia persemakmuran. Banyak penduduk hidup dalam kemiskinan yang cukup buruk, sekitar sepertiga dari penduduk hidup dengan kurang dari US$ 1,25 per hari.

2. 1. 1. Penduduk Asli Bangsa Papua Nugini
            Para penjelajah Eropa yang pertama kali datang ke Papua, menyebut penduduk setempat sebagai orang Melanesia. Asal kata Melanesia berasal dari kata Yunani, ‘Mela’ yang artinya ‘hitam’, karena kulit mereka berwarna gelap. Kemudian bangsa-bangsa di Asia Tenggara dan juga bangsa Portugis yang berinteraksi secara dekat dengan penduduk Papua, menyebut mereka sebagai orang Papua.
            Manusia yang menetap di Papua Nugini diduga dimulai sejak 50.000 tahun yang lalu. Penduduk kuno ini mungkin berasal dari Asia Tenggara, sementara mereka yang berasal dari Afrika telah hadir sejak 50.000 hingga 70.000 tahun yang lalu. Pulau Papua adalah salah satu benua pertama setelah Afrika dan Eurasia yang dihuni oleh manusia modern, dengan migrasi pertama pada waktu kurang lebih sama dengan yang di Australia. Pertanian dikembangkan secara mandiri di dataran tinggi Pulau Papua sekitar 7.000 SM, membuatnya menjadi salah satu dari sedikit daerah domestikasi tanaman asli di dunia. Migrasi utama penutur bahasa Austronesia datang ke daerah pantai sekitar 2.500 tahun yang lalu, dan ini berkorelasi dengan pengenalan tembikar, babi, dan teknik-teknik memancing tertentu.
Sekitar 300 tahun yang lalu, ubi jalar masuk Pulau Papua, yang telah diperkenalkan ke Maluku dari Amerika Selatan oleh kekuasaan kolonial dominan lokal, Portugal. Panen ubi jalar yang meningkat telah mentransformasi pertanian tradisional secara radikal; ubi jalar menggantikan sebagian besar bahan pokok sebelumnya, talas, dan memberikan peningkatan yang signifikan pada populasi di dataran tinggi.

2. 1. 2. Penjajahan  dan Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Papua Nugini
            Orang Barat hanya sedikit mengetahui pulau ini hingga abad ke-19, meskipun para saudagar dari Asia Tenggara telah mengunjungi Pulau Papua sejak 5.000 tahun lalu untuk mengoleksi bulu dan rambut Cendrawasih, dan para penjelajah berkebangsaan Spanyol dan Portugis telah menemukannya pada abad ke-16 (tahun 1526 dan 1527 oleh Jorge de Menezes). Nama negara ini yang memberi kesan ganda dihasilkan dari sejarah administratifnya yang kompleks sebelum kemerdekaan. Kata papua diturunkan dari pepuah kata dari bahasa Melayu yang menggambarkan rambut orang Melanesia yang keriting, dan "New Guinea" (Nueva Guinea) adalah nama yang digulirkan oleh penjelajah dari Imperium Spanyol, Yñigo Ortiz de Retez, yang pada tahun 1545 mencatat kemiripan orang-orang Papua dibandingkan dengan orang-orang yang pernah dilihatnya di sepanjang pesisir Guinea, Afrika.
Bagian utara negara ini dikuasai Jerman pada tahun 1884 sebagai Nugini Jerman. Selama Perang Dunia I, wilayah itu diduduki Australia, yang telah mulai memerintah Nugini Britania, yaitu bagian Selatan, dengan mengembalikan nama semulanya menjadi Papua pada tahun 1904. Setelah Perang Dunia I, Australia diberi mandat untuk memerintah bekas Nugini Jerman oleh Liga Bangsa-Bangsa. Sebaliknya, Papua dianggap sebagai Wilayah Eksternal Persemakmuran Australia, meskipun secara hukum masih milik Britania, sebuah isu yang penting bagi sistem hukum negara itu pasca-kemerdekaan 1975. Perbedaan dalam status hukum memberikan arti bahwa Papua dan New Guinea memiliki pemerintah yang sepenuhnya terpisah, yang kedua-duanya dikendalikan oleh Australia.
Kampanye Nugini (1942-1945) adalah salah satu kampanye militer besar pada Perang Dunia II. Hampir 216.000 tentara darat-laut-udara Jepang, Australia, dan Amerika tewas selama Kampanye Nugini. Dua teritori dipadukan menjadi Teritori Papua dan Nugini setelah Perang Dunia II, yang kemudian disederhanakan menjadi "Papua Nugini". Administrasi Papua menjadi terbuka bagi penglihatan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tetapi, kelembagaan tertentu terus saja berlaku hanya di satu dari dua wilayah, masalah cukup rumit kini berlangsung, yakni penyesuaian bekas perbatasan antara provinsi yang saling berbatasan langsung, sehubungan dengan akses jalan dan kelompok bahasa, sehingga undang-undang tersebut berlaku hanya pada satu sisi dari suatu batas yang tidak lagi ada.
Kemerdekaan tanpa peperangan dari Australia, kekuatan metropolitan de facto, muncul pada 16 September 1975, dan tetap bertalian dekat (Australia masih menjadi penyumbang bantuan dwipihak terbesar bagi Papua Nugini).

2. 1. 3. Papua Nugini di Masa Kontemporer           
·        Politik
Papua Nugini adalah anggota Negara-Negara Persemakmuran, dan Ratu Elizabeth II adalah kepala negaranya. Sudah diharapkan oleh konvensi konstitusional, yang menyiapkan rancangan konstitusi, dan oleh Australia, bahwa Papua Nugini akan memilih untuk tidak mempertahankan hubungan dengan monarki Inggris. Bagaimanapun, para pendirinya menganggap bahwa kaum terhormat kerajaan menganggap bahwa negara yang baru merdeka tidak akan mampu berbicara dengan murni melalui sistem kerajaan pribumi - sehingga sistem monarki Inggris dipertahankan. Sang Ratu diwakili oleh Gubernur Jenderal Papua Nugini, saat ini Paulias Matane. Papua Nugini dan Kepulauan Solomon adalah dua entitas negara yang tidak biasa di antara Negara-Negara Persemakmuran, yakni bahwa Gubernur Jenderal secara efektif dipilih oleh badan legislatif bukan oleh cabang eksekutif, seperti di beberapa negara demokrasi parlementer.
·        Ekonomi
Papua Nugini kaya akan sumber daya alam, tetapi eksploitasinya terkendala oleh rupa buminya yang rumit, tingginya biaya pembangunan infrastruktur, persoalan perundang-undangan yang serius, dan sistem status pertanahan yang membuat upaya pengenalan pemilik tanah untuk tujuan negosiasi perjanjian terhadapnya tetap saja menyisakan masalah. Pertanian memberikan penghidupan yang penting bagi 85% penduduk. Cadangan mineral, meliputi minyak bumi, tembaga, dan emas, menyumbangkan 72% perolehan ekspor. Negara ini juga memiliki industri kopi yang cukup bernilai.
Mantan Perdana Menteri Sir Mekere Morauta berupaya untuk meletakkan kembali kesatuan perlembagaan negara, memantapkan mata uang kina, meletakkan kembali kemantapan anggaran nasional, memprivatisasi perusahaan-perusahaan umum yang dirasa cocok, dan memastikan kelestarian perdamaian Bougainville setelah tercapainya perjanjian 1997 yang mengakhiri ketegangan kaum separatis Bougainville. Pemerintah Morauta mencapai kejayaan ketika menarik dukungan internasional, khususnya mendapat dukungan dari IMF dan Bank Dunia demi mengamankan pinjaman bantuan pembangunan. Tantangan yang cukup hebat dihadapi oleh Perdana Menteri Sir Michael Somare, termasuk upaya memperkuat kepercayaan penanam modal, melanjutkan upaya privatisasi aset-aset pemerintah, dan memelihara dukungan dari anggota Parlemen.
Pada Maret 2006, Komisi PBB untuk Kebijakan Pembangunan menyeru agar status Papua Nugini sebagai negara berkembang diturunkan menjadi negara terbelakang karena kemandekan sosial dan ekonomi yang mulur. Tetapi, sebuah penilaian yang dilakukan IMF pada penghujung 2008 menemukan bahwa "paduan antara kebijakan moneter dan fiskal yang tepat, dan tingginya harga ekspor barang tambang dunia, telah mendukung mengambangnya pertumbuhan ekonomi dan memantapnya ekonomi makro terbaru Papua Nugini. Pertumbuhan PDB sejati, pada lebih dari 6% di tahun 2007, berlandasan luas dan diharapkan terus menguat pada 2008."
·        Kesehatan
Pada tahun 2004, pengeluaran publik senilai 3% dari PDB, sedangkan pengeluaran swasta senilai 0,6% dari PDB.[20] Papua Nugini memiliki insiden HIV dan AIDS tertinggi di kawasan Pasifik dan merupakan negara keempat di Asia Pasifik yang memenuhi kriteria wabah HIV/AIDS yang diperumum.[21] Rendahnya kepedulian terhadap HIV/AIDS adalah masalah pokok, khususnya di pedesaan. Pada awal dasawarsa 2000-an, hanya ada 5 dokter per 100.000 penduduk
·        Pendidikan
Masih banyak penduduk di negara ini yang belum melek aksara.[20] Particularly women are affected. Ada banyak lembaga pendidikan di negara ini yang dikelola oleh gereja. Ini termasuk 500 sekolah Gereja Luther Injili Papua Nugini. Papua Nugini punya enam universitas yang terpisah dari lembaga-lembaga pendidikan tersier lainnya. Dua universitas yang didirikan adalah Universitas Papua Nugini yang berbasis di Distrik Ibukota Nasional,[27] dan Universitas Teknologi Papua Nugini yang berbasis di luar Lae, di Provinsi Morobe.
Empat universitas lainnya yang dulunya disebut college, didirikan baru-baru ini setelah memperoleh pengakuan pemerintah. Universitas tersebut adalah Universitas Goroka di Provinsi Pegunungan Timur, Universitas Firman Tuhan (dijalankan oleh Gereja Katolik) di Provinsi Madang, Universitas Pertanian Vudal di Provinsi Britania Baru Timur, dan Universitas Advent Pasifik (dijalankan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh) di Distrik Ibukota Nasional.

2. 1. 4. Hubungan Papua Nugini dengan Indonesia
            Hubungan antara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) sangat dekat dan erat. Sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1975, PNG secara konsisten mendukung integritas Indonesia. Sebaliknya, Indonesia pun mendukung  integritas wilayah PNG. Secara geografis, kedua negara berbatasan darat secara langsung. PNG yang terletak di sebelah Timur wilayah Papua, Indonesia, memiliki kesamaan ras dengan masyarakat Papua di Indonesia, yaitu ras Melanesia. Dalam rangka mempererat hubungan kedua negara, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kenegaraan ke PNG, pada 11-12 Maret 2010 yang didampingi antara lain: Menko Polkam, Menko Perekonomian, Menlu RI, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Sekretaris Kabinet, serta 2 orang Gubernur Papua dan Papua Barat. Sedangkan Pemerintah PNG diwakili PM Michael Somare dan beberapa menteri kabinet antara lain, Menlu Sam Abal; Menteri Keamanan Dalam Negeri, Sani Rambi; Menteri Pertahanan, Bob Dadae; Menteri Hubungan Antar Pemerintah, Job Pomat dan Menteri Perminyakan dan Energi, William Duma. Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menerima tanda penghormatan dari pemerintah PNG berupa “Grand Companion of the Order of `Logohu”, atas jasa dalam peningkatan hubungan dengan PNG.
Kedekatan yang telah lama terjalin tersebut, rawan perselisihan, karena adanya Gerakan Separatis Papua (GSP) dan pendukungnya di PNG, yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Perjuangan tersebut ternyata mendapat penolakan dari berbagai pihak. Bahkan tokoh Papua yang terpenting, sekaligus founder OPM, Nicolaas Jouwe, telah menyatakan berhenti dari perjuangan yang selama ini dilakukannya, dan mengharapkan pengikutnya kembali ke Papua dan mulai membangun Papua dalam kerangka NKRI. Menurutnya, bentuk perjuangan yang kini dilakukan seharusnya adalah membangun pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, sosial-budaya melalui semangat Otonomi Khusus (Otsus). Rangkaian kunjungan 2 hari Presiden SBY dengan PM Michael Somare telah dirumuskan dalam kesepakatan perjanjian, antara lain kerjasama pembangunan ekonomi, investasi, dan perdagangan. Indonesia dan PNG juga menjalin kerjasama yang baik dalam meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan. Kedua negara sepakat untuk membuka secara resmi lintas batas Skouw-Wutung yang dapat meningkatkan people to people contact, meningkatkan perdagangan kedua negara, dan dapat meningkatkan taraf sosial-ekonomi dan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan. Penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh para menteri terkait dari kedua negara, antara lain: Defence Cooperation Agreement (DCA), Double Taxation Agreement (DTA), Letters of Exchange on Agriculture. Selain itu, Presiden RI juga menanda-tangani prasasti yang akan dipasang di salah satu pos perbatasan RI-PNG (Skouw-Wutung) untuk menandai soft-opening perbatasan RI-PNG yang sudah tertunda selama 2 tahun.
Mencermati hubungan dan komitmen RI-PNG untuk tidak mencampuri kedaulatan masing-masing pihak, maka segala bentuk kerikil dalam hubungan akan dapat dibatasi, seperti permasalahan di perbatasan dan Gerakan Separatis. Diharapkan dengan peningkatan kerjasama, maka harmonisasi hubungan dapat dipertahankan.

2. 2. Vanuatu
            Republik Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan, dengan beribu kota Fort Vila. Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Negara ini dahulu bernama Hebrides Baru semasa penjajahan. Vanuatu terdiri dari 83 pulau, dua di antaranya Matthew dan Hunter diklaim oleh Kaledonia Baru. Vanuatu dibagi menjadi 6 provinsi: Malampa, Penama, Sanma,Shefa,Tafea,Torba.
         Vanuatu merupakan negara kepulauan yang terdiri dari pulau sekitar 82 relatif kecil, pulau-pulau geologis lebih baru asal vulkanik (65 dari mereka dihuni), dengan sekitar 800 mil (1.300 km) utara ke selatan antara jarak pulau-pulau terluar. [13] Dua dari pulau-pulau ( Matius dan Hunter ) juga diklaim oleh departemen luar negeri Perancis Kaledonia Baru . Empat belas dari pulau Vanuatu memiliki area permukaan lebih dari 100 kilometer persegi (39 sq mil). Negara ini terletak di antara garis lintang 13 ° dan 21 ° S , dan bujur 166 ° dan 171 E.        

2. 2. 1. Penduduk Asli Bangsa Vanuatu
Vanuatu pertama kali dihuni oleh orang  Melanesia   sejak  1000 SM dengan di temukannya  sisa-sisa budaya Lapita  yang telah digali. Kebudayaan Lapita (1600 SM - 500 SM/1 M) merupakan catatan kepurbakalaan dari kolonisasi rumpun bahasa Austronesia yang pertama ke dalam Melanisia dan Polinesia. Keadaan sebelum Lapita di Melanesia Barat (dekat Oseania) telah dibicarakan, juga tentang ilmu purbakala pada kebudayaan Lapita itu sendiri dan persoalan korelasi dengan bahasa Oseanik dan para penjajah,  dimana wilayah ini digambarkan sebuah ledakan besar di Pasifik Selatan  , pada tahun 1993 seorang ilmuwan menyarankan bahwa pulau-pulau Vanuatan dari Tongoa dan Epi (karena dipisahkan oleh pulau Kuwae) diciptakan pada tahun 1453 ketika sebuah pulau yang lebih besar terbagi dua oleh sebuah ledakan vulkanik yang sangat besar. Teori umum diselenggarakan dari  prasejarah Vanuatu  dari bukti arkeologi mendukung bahwa masyarakat berbicara Austronesia bahasa pertama kali datang ke pulau-pulau sekitar 4.000 hingga 6.000 tahun yang lalu.  Tembikar fragmen telah ditemukan dating kembali ke 1300 SM. Apa yang sedikit yang diketahui dari riwayat kontak pra-Eropa Vanuatu telah diperoleh dari sejarah lisan dan legenda.
Salah satu raja awal yang penting adalah Roy Mata , yang bersatu beberapa suku, dan dimakamkan di sebuah gundukan besar dengan beberapa pengikutnya. Orang Eropa pertama yang mengunjungi pulau-pulau adalah anggota Spanyol ekspedisi yang dipimpin oleh Queirós Fernandes de yang tiba di Espiritu Santo pada 1605. Pada tahun 1880-an Perancis dan Inggris mengklaim bagian negara, dan pada 1906 mereka sepakat pada kerangka untuk bersama-sama mengelola nusantara sebagai New Hebrides melalui Inggris-Perancis Kondominium. Sebuah gerakan kemerdekaan muncul pada 1970-an, dan Republik Vanuatu diciptakan pada tahun 1980.
            Penduduk Vanuatu, atau Ni-Vanuatu , berada di sebagian besar (98,5%) dari Melanesia keturunan, dengan sisanya terdiri dari campuran Eropa, Asia dan kepulauan Pasifik lainnya. Tiga pulau secara historis dijajah oleh Polinesia . Sekitar 2.000 Ni-Vanuatu, tinggal dan bekerja di Kaledonia Baru . Pada tahun 2006 Yayasan Ekonomi Baru dan Friends of Earth kelompok lingkungan menerbitkan Indeks Happy Planet yang menganalisis data tentang tingkat kebahagiaan melaporkan , harapan hidup dan Jejak Ekologis dan diperkirakan Vanuatu untuk menjadi negara yang paling ekologis efisien di dunia dalam mencapai tinggi baik sedang.
Bahasa nasional Republik Vanuatu Bislama . Bahasa resmi Bislama , Inggris dan Perancis . Bahasa-bahasa utama pendidikan adalah bahasa Inggris dan Perancis. Bislama adalah pidgin bahasa, dan sekarang kreol di daerah perkotaan, yang pada dasarnya menggabungkan tata bahasa biasanya Melanesia dengan kosakata kebanyakan Inggris. Ini adalah satu-satunya bahasa yang dapat dipahami dan dituturkan oleh mayoritas penduduk Vanuatu sebagai bahasa kedua . Selain adat 113 bahasa yang masih aktif berbicara di Vanuatu. Kepadatan bahasa, per kapita, adalah yang tertinggi dari negara mana pun di dunia  dengan rata-rata hanya 2.000 speaker per bahasa. Semua bahasa vernakular milik Oceanic cabang keluarga Austronesia.
            Vanuatu memiliki penduduk 221.506. Populasi laki- laki melebihi wanita;. pada tahun 1999, menurut Kantor Statistik Vanuatu, ada 95.682 pria dan 90.996 wanita statistik resmi menunjukkan kematian bayi menurun selama paruh terakhir abad kedua puluh, dari 123 kematian per 1.000 penduduk di 1967-25 per 1.000 pada tahun 1999.  Namun, negara-negara CIA kematian bayi 46,85 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2011 mereka memperkirakan.  Populasi didominasi pedesaan, meskipun Port Vila dan Luganville telah populasi dalam puluhan ribu.

2. 2. 2. Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Vanuatu
            Pada abad ke-19 bahwa baik Katolik dan Protestan misionaris tiba di pulau-pulau, seperti John Geddie (1815-1872), seorang Skotlandia-Kanada Presbyterian misionaris mendarat di pulau Aneityum pada tahun 1848 dan menghabiskan sisa hidupnya di sana mengkonversi penduduk ke Kekristenan. Pemukim juga datang, mencari tanah untuk membangun perkebunan kapas. Ketika harga kapas internasional runtuh, pekebun beralih ke kopi, kakao, pisang, dan yang paling berhasil, kelapa. Awalnya, mata pelajaran Inggris dari Australia dibuat mayoritas, tetapi pembentukan Perusahaan Caledonian dari New Hebrides pada tahun 1882 segera tip keseimbangan dalam mendukung mata pelajaran Prancis. Pada pergantian abad, Perancis kalah jumlah dua Inggris untuk satu.
Para jumbling kepentingan Prancis dan Inggris di pulau-pulau membawa petisi untuk satu atau lain dari dua kekuatan ke wilayah lampiran. Pada tahun 1906, bagaimanapun, Prancis dan Inggris sepakat untuk mengelola pulau-pulau bersama-sama. Disebut Inggris-Perancis Kondominium, itu adalah bentuk pemerintahan yang unik, dengan sistem pemerintahan terpisah yang datang bersama-sama hanya di pengadilan bersama. Melanesia dilarang memperoleh kewarganegaraan kekuasaan baik.
Tantangan bentuk pemerintahan ini dimulai pada awal 1940-an. The Kedatangan Amerika selama Perang Dunia II , dengan sikap informal mereka dan kekayaan relatif, berperan dalam kebangkitan nasionalisme di pulau-pulau. Kepercayaan pada tokoh mesianis mitos bernama John Frum adalah dasar untuk pribumi kultus kargo (gerakan mencoba untuk mendapatkan barang-barang industri melalui sihir) menjanjikan pembebasan Melanesia. Hari ini, John Frum adalah baik agama dan partai politik dengan anggota di Parlemen.
Partai politik pertama didirikan pada awal tahun 1970 dan awalnya disebut Partai Nasional New Hebrides. Salah satu pendiri adalah Pastor Walter Lini , yang kemudian menjadi Perdana Menteri Berganti nama menjadi Pati Vanua'aku pada tahun 1974, partai mendorong kemerdekaan, pada tahun 1980, di tengah singkat Perang Kelapa. Perang Kelapa adalah bentrokan singkat antara Papua Nugini New tentara dan pemberontak di Espiritu Santo lama sebelum dan sesudah kemerdekaan Republik Vanuatu dideklarasikan pada tanggal 30 Juli 1980.Sebelum kemerdekaan Vanuatu, pulau-pulau tersebut dikenal sebagai New Hebrides. The Hebrides Baru diperintah oleh kondominium dari Perancis dan Inggris. Pada tahun 1980, Perancis dan Inggris sepakat bahwa Vanuatu akan diberi kemerdekaan pada tanggal 30 Juli 1980 dan dibentuklah republik Vanuatu.
            Pada Juni 1980, Jimmy Stevens, kepala gerakan Nagriamel, memimpin pemberontakan terhadap para pejabat kolonial dan rencana untuk kemerdekaan. Pemberontakan berlangsung sekitar 12 minggu. Para pemberontak memblokade Santo-Pekoa Bandara Internasional, menghancurkan dua jembatan, dan menyatakan kemerdekaan Espiritu Santo pulau sebagai " Negara Vemerana .Stevens didukung oleh berbahasa Perancis pemilik tanah dan oleh Yayasan Phoenix, sebuah yayasan yang mendukung bisnis Amerika pembentukan sebuah libertarian surga pajak di New Hebrides.
Pada tanggal 8 Juni 1980, pemerintah New Hebrides meminta Inggris dan Perancis untuk mengirim pasukan untuk memadamkan pemberontakan di pulau Espiritu Santo.  Perancis menolak untuk mengizinkan Inggris untuk menggelar pasukan untuk meredakan krisis, dan tentara Prancis ditempatkan di Espiritu Santo tidak mengambil tindakan apapun.  Saat mendekati hari kemerdekaan, dengan Perdana Menteri terpilih , Walter Lini ,  tanya Papua Nugini jika itu akan mengirim pasukan untuk ikut campur.  Sebagai Papua Nugini tentara mulai tiba di Espiritu Santo,  pers asing mulai mengacu pada peristiwa yang sedang berlangsung sebagai "Perang Kelapa".  Namun, "perang" itu singkat dan tidak konvensional. Penduduk umumnya menyambut Espiritu Santo Papua New Guinea sebagai sesama Melanesia . Pengikut Stevens 'dipersenjatai dengan hanya busur dan panah, batu, dan sling. Ada beberapa korban, dan perang datang ke akhir tiba-tiba. Ketika sebuah kendaraan yang membawa Stevens 'anak meledak melalui Papua Nugini hambatan pada akhir Agustus 1980, tentara menembaki kendaraan, membunuh Stevens' anak. Tidak lama kemudian, Jimmy menyerah Stevens, menyatakan bahwa ia tidak pernah dimaksudkan bahwa ada orang yang dirugikan.
.           Di persidangan Stevens, dukungan dari Yayasan Phoenix untuk gerakan Nagriamel terungkap. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Perancis telah diam-diam mendukung Stevens dalam usahanya. Stevens dihukum 14 tahun penjara, ia tetap di penjara sampai tahun 1991. Selama tahun 1990-an Vanuatu mengalami ketidakstabilan politik yang akhirnya menghasilkan pemerintahan yang lebih terdesentralisasi. Vanuatu Handphone Angkatan, sebuah kelompok paramiliter, mencoba kudeta pada tahun 1996 karena perselisihan pembayaran. Ada tuduhan korupsi dalam pemerintahan Maxime Carlot Korman . Pemilu baru telah dipanggil beberapa kali sejak tahun 1997, paling baru pada tahun 2004.

2. 2. 3. Vanuatu di Masa Kontemporer
·        Politik
Republik Vanuatu adalah sebuah negara demokrasi parlementer dengan tertulis konstitusi , yang menyatakan bahwa "kepala Republik harus dikenal sebagai Presiden dan akan melambangkan kesatuan bangsa. Kekuasaan Presiden Vanuatu, yang dipilih untuk jangka waktu 5-tahun oleh mayoritas dua pertiga dari electoral college, terutama upacara. Para electoral college terdiri dari anggota Parlemen dan presiden dari Dewan Daerah. Presiden dapat dihapus oleh electoral college untuk kesalahan kotor atau ketidakmampuan. Para Perdana Menteri, yang adalah kepala pemerintahan, dipilih oleh suara mayoritas dari tiga perempat kuorum Parlemen. Perdana menteri, pada gilirannya, menunjuk Dewan Menteri, yang jumlahnya tidak boleh melebihi seperempat dari jumlah perwakilan parlemen. Perdana menteri dan Dewan Menteri merupakan pemerintah eksekutif.
Para Parlemen Vanuatu adalah unikameral dan memiliki 54 anggota, yang dipilih oleh popular vote setiap empat tahun kecuali sebelumnya dibubarkan oleh suara mayoritas kuorum tiga perempat atau dengan instruksi dari Presiden atas saran Perdana Menteri. Dewan nasional Chiefs, yang disebut Mauri Malvatu dan dipilih oleh dewan distrik kepala, menyarankan pemerintah tentang semua hal tentang ni-Vanuatu, budaya dan bahasa.
Selain otoritas nasional dan tokoh-tokoh, Vanuatu, juga memiliki tinggi ditempatkan masyarakat di tingkat desa. Kepala suku dan masih tokoh terkemuka pada tingkat desa. Telah dilaporkan bahwa bahkan politisi perlu mewajibkan mereka. Salah satu menjadi seperti tokoh dengan mengadakan sejumlah pesta mewah (pesta masing-masing yang memungkinkan mereka seremonial kelas yang lebih tinggi) atau alternatifnya melalui warisan (yang terakhir hanya di Polynesia-dipengaruhi desa. Di bagian utara Vanuatu, pesta yang dinilai melalui nimangki sistem.
Pemerintah dan masyarakat di Vanuatu cenderung membagi garis linguistik Perancis dan Inggris. Pembentukan pemerintahan koalisi, bagaimanapun, telah terbukti bermasalah di kali karena perbedaan antara bahasa Inggris dan Perancis speaker.
Makhamah Agung terdiri dari Ketua Mahkamah Agung dan sampai dengan tiga hakim lainnya. Dua atau lebih anggota pengadilan ini mungkin merupakan Pengadilan Tinggi. Hakim pengadilan menangani masalah-masalah hukum yang paling rutin. Sistem hukum ini didasarkan pada hukum umum Inggris dan hukum sipil Perancis. Konstitusi juga menyediakan untuk pembentukan pengadilan desa atau pulau dipimpin oleh kepala suku untuk menangani pertanyaan dari hukum adat .

·        Ekonomi

Keempat andalan ekonomi adalah pertanian, pariwisata , lepas pantai jasa keuangan, dan pemeliharaan ternak. Ada substansial memancing aktivitas, meskipun industri ini tidak mendatangkan devisa banyak. Ekspor termasuk kopra, kava, daging sapi, kakao, dan kayu, dan impor termasuk mesin dan peralatan, bahan makanan, dan bahan bakar. Sebaliknya, pertambangan aktivitas substansial. Sementara pertambangan mangan dihentikan pada tahun 1978, ada kesepakatan di tahun 2006 untuk ekspor mangan sudah ditambang tapi belum diekspor. Negara itu dikenal tidak memiliki minyak deposito. Sektor industri kecil cahaya melayani pasar lokal. Pajak pendapatan terutama berasal dari bea impor dan 12,5 persen PPN atas barang dan jasa. Pembangunan ekonomi terhalang oleh ketergantungan pada ekspor komoditas relatif sedikit, kerentanan terhadap bencana alam, dan jarak jauh antar pulau konstituen dan dari pasar utama.
Pertanian digunakan terutama untuk konsumsi maupun untuk ekspor. Ini memberikan hidup untuk 65% dari populasi. Secara khusus, produksi kopra dan kava menciptakan pendapatan substansial Banyak petani telah meninggalkan budidaya tanaman pangan, dan menggunakan pendapatan dari budidaya kava untuk membeli makanan. Kava ​​juga telah digunakan dalam upacara pertukaran antara klan dan desa. Kakao juga ditanam untuk valuta asing. Pada tahun 2007, jumlah rumah tangga yang terlibat dalam penangkapan ikan adalah 15.758, terutama untuk konsumsi (99%). Iklim tropis memungkinkan tumbuh dari berbagai buah-buahan dan sayuran dan rempah-rempah, termasuk pisang, bawang putih, kubis, kacang, nanas, tebu, talas, ubi, semangka, rempah-rempah daun, wortel, lobak, terong, vanili (baik hijau dan sembuh), lada, mentimun, dan banyak lainnya.
Pariwisata membawa dibutuhkan di banyak devisa. Vanuatu secara luas diakui sebagai salah satu tujuan liburan utama untuk penyelam yang ingin menjelajahi terumbu karang di kawasan Pasifik Selatan. Pariwisata meningkat 17% 2007-2008 mencapai 196.134 kunjungan, menurut sebuah perkiraan. Total 2008 adalah peningkatan tajam dari tahun 2000, di mana hanya ada 57.000 pengunjung (dari ini, 37.000 berasal dari Australia, 8.000 dari Baru Selandia, 6.000 dari Kaledonia Baru, 3.000 dari Eropa, 1.000 dari Amerika Utara, 1.000 dari Jepang (Catatan: angka dibulatkan ke ribuan terdekat). Pariwisata telah dipromosikan, sebagian, dengan Vanuatu menjadi realitas beberapa situs acara TV-Musim kesembilan dari TV serial reality show Survivor difilmkan di Vanuatu, berjudul Survivor: Vanuatu Kepulauan Api Dua tahun kemudian, Australia. Survivor Selebriti difilmkan di lokasi yang sama yang digunakan oleh versi AS Pada pertengahan 2002, pemerintah meningkatkan upaya untuk meningkatkan pariwisata.
Jasa keuangan merupakan bagian penting dari perekonomian. Vanuatu adalah sebuah surga pajak yang sampai 2008 tidak merilis informasi account ke pemerintah lain atau badan-badan penegak hukum. Tekanan internasional, terutama dari Australia, mempengaruhi pemerintah Vanuatu untuk mulai mengikuti norma-norma internasional untuk meningkatkan transparansi. Di Vanuatu, tidak ada pajak penghasilan, pajak, pajak capital gain, pajak warisan, atau kontrol devisa. Banyak kapal internasional manajemen perusahaan memilih untuk bendera kapal-kapal mereka di bawah bendera Vanuatu, karena manfaat pajak dan peraturan ketenagakerjaan yang menguntungkan (Vanuatu adalah anggota penuh dari Organisasi Maritim Internasional dan berlaku konvensi internasional). Vanuatu diakui sebagai salah satu yang terbesar dan paling terkenal " Bendera kenyamanan" negara. Beberapa file-sharing kelompok, seperti penyedia dari Kazaa jaringan Sharman Networks dan pengembang WinMX, telah dipilih untuk memasukkan di Vanuatu untuk menghindari regulasi dan tantangan hukum. Dalam tanggapan atas keprihatinan pemerintah asing telah berjanji untuk memperketat regulasi dari perusahaan pusat keuangan lepas pantai. Vanuatu menerima bantuan asing terutama dari Australia dan Selandia Baru .
Pemeliharaan ternak sapi mengarah ke produksi untuk ekspor. Salah satu perkiraan pada tahun 2007 untuk total nilai ternak kepala terjual 135 juta Vatu; sapi pertama kali diperkenalkan ke daerah dari Australia oleh Inggris perkebunan James Paddon. Rata-rata, setiap rumah tangga memiliki 5 babi dan 16 ayam, dan sementara ternak adalah "ternak paling penting", babi dan ayam yang penting untuk pertanian subsisten serta memainkan peran penting dalam upacara-upacara dan adat istiadat (terutama babi). Ada 30 peternakan komersial (tunggal perseorangan (37%), kemitraan ( 23%), perusahaan (17%), dengan pendapatan 533 juta Vatu dan biaya 329 juta Vatu pada tahun 2007.
Vanuatu Kantor Statistik Nasional (VNSO) dirilis 2007 sensus pertanian mereka pada tahun 2008. Menurut penelitian, ekspor pertanian membuat sekitar tiga perempat (73%) dari semua ekspor, 80% penduduk tinggal di daerah pedesaan dimana "pertanian adalah sumber utama mata pencaharian mereka", dan dari rumah tangga ini, hampir semua ( 99%) bergerak di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Jumlah total pendapatan rumah tangga tahunan adalah 1.803 jutaan Vatu . Dari pendapatan ini, pertanian tumbuh untuk keperluan rumah tangga mereka sendiri senilai 683.000.000 Vatu.
Ekonomi tumbuh sekitar 6% pada awal 2000, ini lebih tinggi dari pada 1990-an, ketika PDB naik kurang dari 3%, rata-rata. Satu laporan dari Manila berbasis Asian Development Bank tentang ekonomi Vanuatu memberi tinjauan yang beragam. Ini dicatat ekonomi adalah "berkembang", mencatat bahwa perekonomian tumbuh pada tingkat 5,9% yang mengesankan dari 2003 hingga 2007, dan memuji "sinyal positif mengenai inisiatif reformasi dari pemerintah di beberapa daerah", tetapi dijelaskan hambatan-hambatan tertentu seperti "Infrastruktur yang buruk layanan ". Karena monopoli swasta menghasilkan listrik, "adalah biaya listrik termasuk yang tertinggi di Pasifik" di antara negara-negara berkembang laporan tersebut juga mengutip "pemerintahan yang lemah dan intervensi mengganggu oleh Negara" yang mengurangi produktivitas. Vanuatu peringkat tujuan investasi paling aman 173 di dunia pada 2011 peringkat Country Risk Maret Euromoney.
·        Budaya
Vanuatu mempertahankan keragaman budaya yang kuat melalui variasi regional lokal dan melalui pengaruh asing. Vanuatu dapat dibagi menjadi tiga wilayah budaya utama. Di utara, kekayaan didirikan oleh seberapa banyak orang dapat memberikan diri. Babi, terutama mereka dengan bulat gading, dianggap sebagai simbol kekayaan seluruh Vanuatu. Di tengah, lebih tradisional budaya Melanesia sistem mendominasi. Di selatan, sebuah sistem yang melibatkan hibah dari judul dengan hak terkait telah dikembangkan.  Pria muda menjalani berbagai datang-of-usia upacara dan ritual untuk memulai mereka menuju kedewasaan, biasanya termasuk sunat .
Kebanyakan desa memiliki nakamal klub atau desa yang berfungsi sebagai titik pertemuan bagi pria dan sebagai tempat untuk minum kava . Desa juga memiliki bagian laki-laki dan perempuan saja. Bagian-bagian ini terletak di seluruh desa-desa, dalam nakamals, ruang khusus yang disediakan untuk perempuan ketika mereka dalam periode menstruasi mereka.
Tradisional musik Vanuatu masih berkembang di daerah pedesaan di Vanuatu. Alat musik sebagian besar terdiri dari idiophones : drum dari berbagai bentuk dan ukuran, gong celah, serta mainan kerincingan, antara lain. Genre musik lain yang telah menjadi sangat populer selama abad ke-20 di semua bidang Vanuatu, dikenal sebagai string yang Band musik. Ini menggabungkan gitar, ukulele, dan lagu-lagu populer.
Baru-baru ini musik Vanuatu, sebagai sebuah industri, tumbuh pesat pada 1990-an dan beberapa band telah ditempa identitas ni-Vanuatu khas. Genre populer musik komersial modern, yang saat ini sedang diputar di kota termasuk Zouk musik dan reggaeton. Reggaeton, variasi hip-hop mengetuk dalam bahasa Spanyol, bermain bersama mengalahkan tersendiri, terutama dimainkan di klub malam lokal Vanuatu dengan, sebagian besar, penonton Barat dan wisatawan.
Ada sedikit menonjol ni-Vanuatu penulis. hak-hak perempuan aktivis Rahmat Mera Molisa , yang meninggal pada tahun 2002, mencapai keadaan terkemuka internasional sebagai penyair deskriptif.
Kriket sangat populer di Vanuatu, dengan sendiri tim nasional. Ada 8000 kriket terdaftar. Ada juga beberapa bermain rugby union di Vanuatu. Olahraga bervariasi tergantung pada jenis kelamin mereka yang terlibat. Voli dianggap olahraga 'gadis' 'dan laki-laki bermain sepakbola .

2. 2. 4. Hubungan Vanuatu dengan Indonesia
·        Kerjasama dengan DEPTAN RI
Pada tanggal 19 – 21 Februari 2001 Dubes RI telah mengadakan kunjungan pamitan kepada sejumlah pejabat tinggi yang disertai juga oleh Delegasi Deptan dan 6 pengusaha.  Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai kemungkinan impor ternak dan daging sapi dari Vanuatu serta tindak lanjut kemungkinan impor ternak dan daging sapi dari Vanuatu serta tindak lanjut kemungkinan ekspor barang produksi Indonesia ke Vanuatu. Kerjasama bilateral RI – Vanuatu di bidang peternakan, pada tanggal 19 Februari 2001 di Vanuatu telah ditandatangani kesepakatan bilateral dalam bentuk Record of Discussion antara Ditjen BP Peternakan dengan Ditjen Kementrian Pertanian, Karantina, Kehutanan dan Perikanan Republik Vanuatu.                                                             Ekspor ternak sapi Vanuatu ke Indonesia telah berjalan 1 kali sebanyak 1750 ekor pada tahun 2002, dan pada tahun 2003 tidak ada impor.  Hal ini tidak terealisir karena hal-hal sebagai berikut:
a.       Ternak sapi bibit bakalan tidak tersedia dalam jumlah yang cukup banyak untuk dikirim ke Indonesia secara kontinyu. Pelabuhan untuk keperluan tersebut tidak memenuhi persyaratan antara lain jaraknya terlalu jauh
b.      Kerjasama antar negara tadinya dimaksudkan untuk pendekatan politis yaitu melalui bisnis dengan feedlotter atau peternak sapi bakalan.
Pada tanggal 9 Maret 2004 Menteri Luar negeri Vanuatu H.E Moana Jacques Carcasses Kalosil dan rombongan (H.E Kalo Toara Daniel – Member of Parliament, Mr. Kalfau G. Kaloris - Director of the Department of Foreign Affairs, Mr. Nato Taiwia) serta didampingi Kepala Bidang Politik KBRI di Canberra mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertanian RI.  Hal-hal penting yang dibicarakan adalah:
a.       Perlunya peningkatan kerjasama antara kedua negara khususnya di bidang pertanian, mengingat kerjasama kedua negara mempunyai dampak politis terutama terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b.      Kerjasama yang telah dirintis untuk komoditi peternakan perlu dilanjutkan kembali.
c.       Bapak menteri Pertanian berkeinginan untuk berkunjung ke Vanuatu bersamaan dengan rencana kunjungan kerja ke Fiji yaitu dalam rangka menyerahkan secara resmi bantuan Pemerintah Indonesia sekaligus pembukaan pelatihan bidang pertanian. 
Pada tanggal 29 April – 1 Mei 2004 Menteri Pertanian RI telah mengadakan kunjungan ke Vanuatu (dalam satu rangkaian kunjungan ke Fiji).   Misi utama Delegasi RI adalah meningkatkan kerjasama bilateral bidang pertanian sekaligus merupakan salah satu upaya mendukung kepentingan nasional dalam rangka mencegah potensi disintegrasi Irian Jaya/Papua dari wilayah NKRI oleh kelompok separatis yang cenderung menjadikan Vanuatu sebagai basis operasinya di Pasifik. Disamping itu juga untuk memantau sejauh mana tekanan-tekanan partai oposisi untuk mempengaruhi perkembangan politik para pimpinan Pemerintah Vanuatu terhadap masalah Papua dan langkah kerjasama bilateral di berbagai bidang yang berpotensi untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua  negara. Beberapa hal lain yang dibicarakan pada kunjungan tersebut mencakup penjajakan untuk kerjasama di bidang perdagangan, pertanian, perikanan, perhubungan, koperasi dan pariwisata.   
Pada kesempatan tersebut pemerintah Vanuatu telah menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada Pemerintah RI atas sumbangan sebesar US$40.000,- sebagai tanda simpati atas musibah badai Ivy yang melanda Vanuatu pada akhir Februari 2004.  Mengingat badai tersebut juga telah merusak sekitar 40% lahan pertanian penduduk Vanuatu, untuk meringankan beban petani Vanuatu, Mentan RI telah pula menyampaikan ‘pledge’ kepada Pemerintah Vanuatu untuk memberikan bantuan berupa 5 perangkat hand tractors.  Bantuan 5 buah hand tractor sudah disediakan oleh Ditjen Bina Sarana Pertanian, namun berdasarkan saran dari Dep. Luar Negeri bantuan ditunda dahulu, karena kondisi politik di Vanuatu masih belum memungkinkan. 
·        Dukungan Vanuatu agar Indonesia menjadi Observer Dalam MSG
            Isu Papua di lingkungan internasional, khususnya di kawasan Pasifik Selatan, baik langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh faktor Vanuatu. Hal ini didasari oleh fakta bahwa beberapa elit politik di Republik Vanuatu, khususnya yang berasal dari Partai Politik Vanguaku masih menjadi pendukung Gerakan Separatis di Papua.
Rencana penandatanganan Development Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia-Vanuatu dapat menjadi momentum bagi peningkatan hubungan kedua negara. Penandatanganan DCA tersebut meliputi, payung bagi kerjasama RI-Vanuatu dalam bidang keinginan Indonesia mengimpor sapi dari Vanuatu, prakarsa bersama Vanuatu memperingati 15 tahun hubungan diplomatic kedua negara, pada 15 Juli 2010 melalui kegiatan yang disepakati kedua negara, kerjasama dalam peningkatan bidang pendidikan melalui University of South Pasific (USP), dan Penghargaan terhadap Vanuatu atas komitmennya tidak mencampuri urusan dalam negeri dan mendukung keutuhan NKRI.
Kebijakan luar negeri Indonesia “Look East Policy” sejak tahun 2002 dan “a Million Friends and Zero Enemies” menjadi dasar bagi Indonesia untuk terus meningkatkan hubungannya dengan Negara-negara dikawasan Pasifik khususnya dengan Vanuatu. Dengan pemahaman yang objektif mengenai isu Papua dalam bingkai NKRI, hubungan Vanuatu-Indonesia kini memasuki era baru untuk saling percaya dan membantu terutama dalam kaitan isu Papua. Vanuatu mendukung sepenuhnya keinginan Indonesia menjadi observer dalam forum Melanesian Spearhead Group (MSG), mengingat Indonesia sebagai home to the largest population of ethnic Melanesians dan menjadi natural bridge bagi negara di Pasifik Selatan dan Asia.
Disamping itu, Presiden Jhonson Ioku Abbil (JIA), Menteri Kehakiman Bako Kaltonga dan Komisioner Vanuatu Police Force, Joshua Bong, mendukung joint venture antara pengusaha Indonesia Vanuatu dalam bidang peternakan sapi seperti yang telah dilakukannya dengan Korea dan Jepang serta mengusulkan menjadikan pulau Espiritu Santo sebagai lokasi peternakan. JIA juga mengharapkan Indonesia dapat berpartisipasi dalam HUT Vanuatu ke-30 pada 30 Juli 2010 dan dilanjutkan dengan pertemuan Pacific Island Forum (PIF) ke-41. Dalam kaitan isu Papua, JIA menghendaki agar situasi di Papua damai.
Sementara Menteri Kehakiman dan Pemberdayaan Perempuan Bakoa Kaltonga (BK) menyatakan bahwa dirinya a friend of Indonesia dan menginginkan hubungan yang lebih baik dengan Indonesia. Kunjungan Menlu Joe Natuman ke Indonesia dinilai sebagai perubahan positip hubungan Vanuatu dengan Indonesia, karena Joe Natuman dan dirinya bagian dari kelompok Old School (pejuang kemerdekaan Vanuatu). BK juga menyambut baik keinginan Indonesia untuk menjadi observer dalam forum MSG.

2. 3. Indonesia
            Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap pusat). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

2. 3. 1. Penduduk Asli Indonesia
            Kembali ke masa prasejarah, penduduk wilayah Nusantara hanya terdiri dari dua golongan yakni Pithecantropus Erectus beserta manusia Indonesia purba lainnya dan keturunan bangsa pendatang di luar Nusantara yang datang dalam beberapa gelombang.
Berdasarkan fosil-fosil yang telah ditemukan di wilayah Indonesia, dapat dipastikan bahwa sejak 2.000.000 (dua juta) tahun yang lalu wilayah ini telah dihuni. Penghuninya adalah manusia-manusia purba dengan kebudayaan batu tua atau mesolithicum seperti Meganthropus Palaeo Javanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis dan sebagainya. Manusia-manusia purba ini sesungguhnya lebih mirip dengan manusia-manusia yang kini dikenal sebagai penduduk asli Australia.
Dengan demikian, yang berhak mengklaim dirinya sebagai “penduduk asli Indonesia” adalah kaum Negroid, atau Austroloid, yang berkulit hitam. Manusia Indonesia purba membawa kebudayaan batu tua atau palaeolitikum yang masih hidup secara nomaden atau berpindah dengan mata pencaharian berburu binatang dan meramu. Wilayah Nusantara kemudian kedatangan bangsa Melanesoide yang berasal dari teluk Tonkin, tepatnya dari Bacson-Hoabinh. Dari artefak-artefak yang ditemukan di tempat asalnya menunjukan bahwa induk bangsa ini berkulit hitam berbadan kecil dan termasuk type Veddoid-Austrolaid.
Bangsa Melanesoide dengan kebudayaan mesolitikum yang sudah mulai hidup menetap dalam kelompok, sudah mengenal api, meramu dan berburu binatang.Teknologi pertanian juga sudah mereka genggam sekalipun mereka belum dapat menjaga agar satu bidang tanah dapat ditanami berkali-kali. Cara bertani mereka masih dengan sistem perladangan. Dengan demikian, mereka harus berpindah ketika lahan yang lama tidak bisa ditanami lagi atau karena habisnya makanan ternak. Gaya hidup ini dinamakan semi nomaden. Dalam setiap perpindahan manusia beserta kebudayaan yang datang ke Nusantara, selalu dilakukan oleh bangsa yang tingkat peradabannya lebih tinggi dari bangsa yang datang sebelumnya.
Dari semua gelombang pendatang dapat dilihat bahwa mereka adalah bangsa-bangsa yang mulai bahkan telah menetap. Jika kehidupannya mereka masih berpindah, maka perpindahan bukanlah sesuatu hal yang aneh. Namun dalam kehidupan yang telah menetap, pilihan untuk meninggalkan daerah asal bukan tanpa alasan yang kuat. Ketika kehidupan mulai menetap maka yang pertama dan yang paling dibutuhkan adalah tanah sebagai media untuk tetap hidup. Mereka sangat membutuhkan tanah yang luas karena teknologi pertaniannya masih rendah. Mereka belum sanggup menjaga, apalagi meningkatkan, kesuburan tanah. Mereka membutuhkan sistem pertanian yang ekstensif, dan perpindahan untuk penguasaan lahan-lahan baru setiap jangka waktu tertentu. Sebelum didatangi bangsa-bangsa pengembara dari luar, tanah di Nusantara belum menjadi kepemilikan siapapun.
Hal ini berbeda dengan Manusia Indonesia Purba yang tidak memerlukan tanah sebagai modal untuk hidup karena mereka berpindah-pindah. Ketika sampai di satu tempat yang dilakukannya adalah mengumpulkan makanan (food gathering). Biasanya tempat yang dituju adalah lembah-lembah atau wilayah yang terdapat aliran sungai untuk mendapatkan ikan atau kerang (terbukti dengan ditemukannya fosil-fosil manusia purba di wilayah Nusantara di lembah-lembah sungai) walaupun tidak tertutup kemungkinan ada pula yang memilih mencari di pedalaman. Ketika bangsa Melanesoide datang, mereka mulai menetap walaupun semi nomaden. Mereka akan pindah jika sudah tidak mendapatkan lagi makanan. Maka pilihan atas tempat-tempat yang akan ditempatinya adalah tanah yang banyak menghasilkan. Wilayah aliran sungai pula yang akan menjadi targetannya. Padahal, wilayah ini adalah juga wilayah di mana para penduduk asli mengumpulkan makanannya.
Ini mengakibatkan benturan yang tidak terelakan antara kebudayaan palaeolithikum dengan kebudayaan yang mesolithikum. Alat-alat sederhana seperti kapak genggam atau choppers, alat-alat tulang dan tanduk rusa berhadapan dengan kapak genggam yang lebih halus atau febble, kapak pendek dan sebagainya. Pertemuan ini dapat mengakibatkan beberapa hal yaitu:
·        Penduduk asli ditumpas, atau
·        Mereka diharuskan masuk dan bersembunyi di pedalaman untuk menyelamatkan diri, atau
·        Mereka yang ditaklukkan dijadikan hamba, dan kaum perempuannya dijadikan harem-harem untuk melayani para pemenang perang.
Sekitar tahun 2000 SM, bangsa Melanesoide yang akhirnya menetap di Nusantara kedatangan pula bangsa yang kebudayaannya lebih tinggi yang berasal dari rumpun Melayu Austronesia yakni bangsa Melayu Tua atau Proto Melayu, suatu ras mongoloid yang berasal dari daerah Yunan, dekat lembah sungai Yang Tze, Cina Selatan. Alasan-alasan yang me-nyebabkan bangsa Melayu tua meninggalkan asalnya yaitu :
1. Adanya desakan suku-suku liar yang datangnya dari Asia Tengah;
2. Adanya peperangan antar suku;
3. Adanya bencana alam berupa banjir akibat sering meluapnya sungai She Kiang dan sungai-sungai lainnya di daerah tersebut.
Suku-suku dari Asia tengah yakni Bangsa Aria yang mendesak Bangsa Melayu Tua sudah pasti memiliki tingkat kebudayaan yang lebih tinggi lagi. Bangsa Melayu Tua yang terdesak meninggalkan Yunan dan yang tetap tinggal bercampur dengan Bangsa Aria dan Mongol. Dari artefak yang ditemukan yang berasal dari bangsa ini yaitu kapak lonjong dan kapak persegi.Kapak lonjong dan kapak persegi ini adalah bagian dari kebudayaan Neolitikum. Ini berarti orang-orang Melayu Tua, telah mengenal budaya bercocok tanam yang cukup maju dan bukan mustahil mereka sudah beternak. Dengan demikian mereka telah dapat menghasilkan makanan sendiri (food producing). Kemampuan ini membuat mereka dapat menetap secara lebih permanen.
Pola menetap ini mengharuskan mereka untuk mengembangkan berbagai jenis kebudayaan awal. Mereka juga mulai membangun satu sistem politik dan pengorganisasian untuk mengatur pemukiman mereka. Pengorganisasian ini membuat mereka sanggup belajar membuat peralatan rumah tangga dari tanah dan berbagai peralatan lain dengan lebih baik. Mereka mengenal adanya sistim kepercayaan untuk membantu menjelaskan gejala alam yang ada sehubungan dengan pertanian mereka. Sama seperti yang terjadi terdahulu, pertemuan dua peradaban yang berbeda kepentingan ini, mau tidak mau, melahirkan peperangan-peperangan untuk memperebutkan tanah. Dengan pengorganisiran yang lebih rapi dan peralatan yang lebih bermutu, kaum pendatang dapat mengalahkan penduduk asli. Kebudayaan yang mereka usung kemudian menggantikan kebudayaan penduduk asli. Sisa-sisa pengusung kebudayaan Batu Tua kemudian menyingkir ke pedalaman. Beberapa suku bangsa merupakan keturunan dari para pelarian ini, seperti suku Sakai, Kubu, dan Anak Dalam. Arus pendatang tidak hanya datang dalam sekali saja. Pihak-pihak yang kalah dalam perebutan tanah di daerah asalnya akan mencari tanah-tanah di wilayah lain. Demikian juga yang menimpa bangsa Melayu Tua yang sudah mengenal bercocok tanam, beternak dan menetap. Kembali lagi, daerah subur dengan aliran sungai atau mata air menjadi incaran.
Wilayah yang sudah mulai ditempati oleh bangsa melanesoide harus diperjuangkan untuk dipertahankan dari bangsa Melayu Tua.Tuntutan budaya yang sudah menetap mengharuskan mereka mencari tanah baru. Dengan modal kebudayaan yang lebih tinggi, bangsa Melanesoide harus menerima kenyataan bahwa telah ada bangsa penguasa baru yang menempati wilayah mereka.
Namun kedatangan bangsa Melayu Tua ini juga memungkinkan terjadinya percampuran darah antara bangsa ini dengan bangsa Melanesia yang telah terlebih dahulu datang di Nusantara. Bangsa Melanesia yang tidak bercampur terdesak dan mengasingkan diri ke pedalaman. Sisa keturunannya sekarang dapat didapati orang-orang Sakai di Siak, Suku Kubu serta Anak Dalam di Jambi dan Sumatera Selatan, orang Semang di pedalaman Malaya, orang Aeta di pedalaman Philipina, orang-orang Papua Melanesoide di Irian dan pulau-pulau Melanesia.
Pada gelombang migrasi kedua dari Yunan di tahun 2000-300 SM, datanglah orang-orang Melayu Tua yang telah bercampur dengan bangsa Aria di daratan Yunan. Mereka disebut orang Melayu Muda atau Deutero Melayu dengan kebudayaan perunggunya. Kebudayaan ini lebih tinggi lagi dari kebudayaan Batu Muda yang telah ada karena telah mengenal logam sebagai alat perkakas hidup dan alat produksi. Kedatangan bangsa Melayu Muda mengakibatkan bangsa Melayu Tua yang tadinya hidup di sekitar aliran sungai dan pantai terdesak pula ke pedalaman karena kebudayaannya kalah maju dari bangsa Melayu Muda dan kebudayaannya tidak banyak berubah. Sisa-sisa keturunan bangsa melayu tua banyak ditemukan di daerah pedalaman seperti suku Dayak, Toraja, orang Nias, batak pedalaman, Orang Kubu dan orang Sasak. Dengan menguasai tanah, Bangsa Melayu Muda dapat berkembang dengan pesat kebudayaannya bahkan menjadi penyumbang terbesar untuk cikal-bakal bangsa Indonesia sekarang.
Dari seluruh pendatang yang pindah dalam kurun waktu ribuan tahun tersebut tidak seluruhnya menetap di Nusantara. Ada juga yang kembali bergerak ke arah Cina Selatan dan kemudian kembali ke kampung halaman dengan membawa kebudayaan setempat atau kembali ke Nusantara. Dalam kedatangan-kedatangan tersebut penduduk yang lebih tua menyerap bahasa dan adat para imigran. Jarang terjadi pemusnahan dan pengusiran bahkan tidak ada penggantian penduduk secara besar-besaran. Percampuran-percampuran inilah yang menjadi cikal bakal Nusantara yang telah menjadi titik pertemuan dari ras kuning (mongoloid) yang bermigrasi ke selatan dari Yunan, ras hitam yang dimiliki oleh bangsa Melanesoide dan Ceylon dan ras putih anak benua India.
Sehingga tidak ada penduduk atau ras asli wilayah Nusantara kecuali para manusia purba yang ditemukan fosil-fosilnya. Kalaupun memang ada penduduk asli Indonesia maka ia terdesak terus oleh pendatang-pendatang boyongan sehingga secara historis-etnologis terpaksa punah atau dipunahkan dalam arti sesungguhnya atau kehilangan ciri-ciri kebudayaannya dan terlebur di dalam masyarakat baru. Semua adalah bangsa-bangsa pendatang.

2. 3. 2.  Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRI dalam wadah Nusantara.
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Persada Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudera Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan yang terbesar di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era sebelum penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya membendung penjajah dan menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi Nusantara.
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar: “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU: INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung selama penjajahan adalah Harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8 Maret 1948 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta.
Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

2. 3. 3. Kondisi Indonesia di Masa Kontemporer
·        Ekonomi
Kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik dan terkendali setelah dua tahun masa pemerintahan SBY. Sedikit demi sedikit dana subsidi MIGAS ditarik oleh pemerintah mulai dari Bensin, Solar kemudian Minyak Tanah yang selama ini membebani pemerintah. Pemerintah cenderung menyerahkan harga barang pada mekanisme pasar. Interaksi ekonomi domestiknya berwawasan internasional dan mengikuti sistem ekonomi internasional. Secara ekonomi memang menunjukkan kondisi membaik, namun rakyat Indonesia masih banyak yang miskin, pengangguran belum bisa diatasi pemerintah, nilai rupiah masih sekitar 9.000-an per 1 US$, kemampuan daya beli masyarakat Indonesia masih rendah, korupsi masih tinggi tercatat Indonesia termasuk dalam peringkat kelima negara terkorup di dunia (TEMPO, 20 Oktober 2004), dan sebagainya.
·        Budaya
Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.
·        Politik dan Pemerintahan
Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen.[27] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.

DAFTAR REFERENSI

Pustaka:
Hudaidah. 2004. Sejarah Australia dan Oceania. Palembang: FKIP UNSRI.

Koentjaraninggrat. 1985. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta:
Djambatan.

Ricklefs, M. C. 2005. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.


Website :
http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Nugini
 http://www.deptan.go.id/kln/bilateral.htm
                            





0 komentar: